Chiang Mai

ChiangMaiChiang Mai didirikan oleh Raja Mengrai pada tahun 1296, menggantikan Chiang Rai sebagai ibu kota Kerajaan Lannathai. Chiang Mai sendiri berarti kota baru, ibu kota baru ini dilengkapi dengan tembok kota serta parit yang berbentuk bujur sangkar mengelilingi kota itu untuk melindunginya dari serangan luar, terutama Kerajaan Burma.

Seiring dengan melemahnya Kerajaan Lannathai, Chiang Mai beberapa waktu berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh Kerajaan Burmadan dan kemudian Kerajaan Ayutthaya. Pada tahun 1767, perang antara Burma dan Ayutthaya mencapai puncaknya. Pada kurun tahun 1776-1791, Chiang Mai ditinggalkan hampir seluruh penduduknya karena penduduk Chiang Mai mengungsi meninggalkan kota tersebut. Pada masa itu Lampang menjadi ibu kota sementara dari Kerajaan Lannathai.

Setelah Raja Taksin dari Siam berhasil mengusir kekuatan Burma dari kota tersebut, Chiang Mai secara resmi menjadi bagian dari Siam. Chiang Mai tumbuh dan berkembang menjadi pusat kebudayaan, ekonomi dan perdagangan serta mendapatkan posisi fungsionalnya sebagai ibu kota tak resmi di utara Thailand dan menjadi kota terpenting di Thailand setelah Bangkok.

Penduduk Chiang Mai berbahasa Kham Muang atau disebut Lanna di antara mereka.

Klik di sini untuk informasi lebih lengkap.