Niujie Mosque / Masjid Niujie

Niujie_MosqueMasjid Beijing yang paling bersejarah dan megah, terletak di Jalan Ox (Niujie, dalam bahasa China) di kota Kabupaten Xuanwu. Pertama dibangun kembali pada tahun 996, memiliki sejarah membentang lebih dari seribu tahun. Masjid ini mencakup area seluas lebih dari 6.000 meter persegi, secara struktural berdasarkan istana kayu tradisional China, namun mengadopsi dekorasi bergaya Arab. Tidak ada sosok manusia atau hewan pada dekorasinya karena dianggap tabu dalam ajaran agama Islam.

Tidak seperti kuil-kuil Buddha yang menghadap selatan, masjid menghadap ke Mekkah. Tata letak masjid simetris dan kokoh. Pintu masuk gerbang digawangi oleh dinding besar dengan alas marmer putih, yang membentang sekitar 40 meter. Serangkaian pahatan terlampir di dinding, menggambarkan lambang kebahagiaan dan keberuntungan. Setelah melewati pintu gerbang, pengunjung dihadapkan pada Watching Moon Tower, sebuah menara heksagonal, bertingkat dua, mencapai lebih dari 10 meter dengan atap berlapis emas. Menara ini dinamakan demikian karena digunakan oleh imam untuk mengamati posisi bulan untuk menentukan waktu berpuasa bagi umat Muslim.

Berjalan di sepanjang jalur yang menyusuri samping menara, pengunjung mencapai Prayer Hall – bangunan yang paling penting di dalam masjid. Karena merupakan tempat yang terbuka hanya untuk umat Muslim. Dengan luas 600 meter persegi, ruangan besar tersebut memiliki kapasitas untuk beberapa ribu jemaah. Gerbang melengkung ruangan besar itu dihiasi dengan naskah dari Quran dan puisi ibadah. Bbeberapa teks ditulis dalam huruf Arab kuno, Al-Kufi, yang jarang terlihat di China. Ruangan juga dihiasi dengan berbagai lukisan bunga, rangkaian manik-manik kaca dan kaca berwarna.

Di luar Prayer Hall, dua buah pavilion terdapat di setiap sisi ruangan besar. Di dalam masing-masing pavilion berdiri lembaran batu yang berisi rincian sejarahnya. Di bagian tenggara ruangan besar, terdapat dua makam bata hitam dari Syekh, berada di bawah kumpulan rimbunan pohon cemara. Meskipun berusia ratusan tahun, epigraf pada batu nisan tetap jelas dibaca dan penting bagi penelitian sejarah Islam di China.

Pengunjung tidak hanya memiliki kesempatan untuk mengagumi sebuah bangunan yang benar-benar unik, namun juga dapat memperluas pengetahuan mereka tentang Islam dan tempatnya dalam sejarah budaya China.

Saran:
1. Gunakan pakaian yang pantas, Anda tidak diijinkan masuk bila mengenakan celana
pendek atau rok pendek.
2. Masuk ke Prayer Hall hanya berlaku untuk umat Muslim saja.
3. Beberapa area di dalam masjid tidak terbuka untuk umum. Silahkan melihat informasi
yang tertera pada tiket masuk.
(sumber : travelchinaguide)

Klik di sini, untuk informasi lebih lengkap.